6.08.2009

Tentang Majalah Human Capital

Pernyataan bahwa karyawan harus dihargai sebagai ‘aset’ dan bukan sekedar ‘resource’, sudah lama dan banyak dikumandangkan oleh banyak pimpinan tinggi perusahaan. Biasanya dilanjutkan dengan penekanan mengenai betapa karyawan merupakan asset terpenting bahkan dibandingkan finansial dan teknologi yang sangat diagungkan dalam bisnis.



Jack Welch turut menegaskan bahwa “My main job was developing talent. I was a gardener providing water and other nourishment to our top 750 people. Of course, I had to pull out some weeds, too”



Majalah Human Capital lahir dengan kesadaran yang sama dan mendedikasikan diri untuk menjadi media yang menyuarakan serta menyebarluaskan pesan tersebut secara konsisten. Betapa ide, inovasi, dedikasi, strategi dan pengambilan keputusan - yang notabene dilakukan oleh manusia - mampu menghadirkan keajaiban sekaligus mewujudkan mimpi terliar sekalipun.

Mengawali kemunculannya sebagai tabloid di tahun 2004, Human Capital hanya diperuntukkan untuk terbit tiga edisi sebagai kontribusi dan wujud perhatian terhadap minimnya informasi mengenai pengelolaan manusia. Siapa menyangka, respon positif yang diberikan oleh banyak pihak, termasuk praktisi dan konsultan, mampu membuat tabloid bertahan selama 10 bulan sebelum akhirnya berubah menjadi edisi majalah - Majalah Human Capital.



Perjalanan yang dilewati, tidaklah mudah. Namun tidak pula mampu menyurutkan semangat Majalah Human Capital untuk tetap tegak menyuarakan semua yang dipercayainya sejak awal - peningkatan kualitas manusia di Indonesia, segera. Melalui ulasan yang segar, lugas, menarik dan membumi, Majalah Human Capital selalu berusaha menangkap keberagaman dan kompleksitas permasalahan sekitar manusia dengan pekerjaan dan kesehariannya secara objektif.



Melalui lintasan waktu pula, Majalah Human Capital memperoleh banyak pembelajaran. Termasuk betapa pentingnya memperkenalkan konsep Human Capital kepada CEO dan bisnis manager. Melalui pertemuan dengan nara sumber, didapat isu unik sekitar pengelolaan manusia dalam perusahaan. Surat pembaca bertubi-tubi masuk ke redaksi, mengungkap dunia kerjanya. Semua menjadi terasa penting untuk diangkat, diketahui dan dibahas bersama.



Kondisi diatas, sekaligus dalam perayaan ulang tahun Majalah Human Capital ke-5, melatarbelakangi keberadaan portal Majalah Human Capital ini. Media online ini dipandang sakti mandraguna menembus kekangan halaman, waktu dan tempat yang sesak membatasi. Wadah dimana pertukaran ide, ilmu, kreatifitas dan pengalaman unik dari setiap individu terjalin. Bacaan yang santun, ringan namun berisi, yang diharapkan bisa menjadi inspirasi setiap pembacanya untuk menjadi pemimpin yang lebih baik, minimal untuk dirinya maupun untuk orang sekitarnya.

0 komentar:

Politik sekilas

Ekonomi sekilas

Indonesia sekilas

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP