6.12.2009

Berbagi Trik Menulis Cepat di Knowledge Sharing

Rencana sharing tentang kiat-kita menulis cepat akhirnya bisa terselenggara juga setelah minggu kemarin gagal. Ya, sharing kini berusaha ditumbuhkan di kalangan teman-teman redaksi Majalah Human Capital (HC). Saya sendiri yang baru bergabung untuk memperkuat team, didapuk untuk menceritakan pengalaman bagaimana bisa menulis cepat.



Melihat tema besarnya yakni sharing menulis cepat dan bagus sendiri memang sempat dikeluhkan oleh teman-teman dengan indikator jadwal deadline yang seringkali keteteran. Kenapa saya ditunjuk sebagai ‘mentor’ atau ‘tutor’ seperti dalam SMS undangan yang dikirim Mbak Firda (Pemred Majalah HC) ke teman-teman redaksi lainnya, memang menjadi beban tersendiri buat saya.



Namun saya sendiri yang merasa istilah tutur atau mentor masih ketinggian, saya coba cairkan dengan mengajak teman-teman menyamakan persepsi bahwa knowledge sharing ini lebih bersifat ‘getok tular’ saja dari apa yang saya alami. Dipahami juga saya didapuk ini lebih karena saya pernah berproses di media harian, yang memang menuntut untuk menulis secara cepat karena jadwal deadline yang sangat ketat.



Kepada teman-teman redaksi, saya mengajak untuk mengawali sesi sharing dengan bermain game ringan. Game yaitu, menulis secara refleks tentang apa saja yang saat itu terpikirkan dalam waktu singkat, 5 menit. Sedikit memberi penjelasan tentang arah game, saya segera membagi-bagikan kertas kosong untuk memulai game. Alarm pun disepakati, 5 menit teng!

Begitu dimulai, teman-teman memang langsung larut dengan pikiran dan imajinasinya masing-masing...hingga tak terasa alarm pun berbunyi. Berdasarkan komitmen, saya meminta untuk mengakhir game, tapi ternyata ditawar oleh teman-teman sehingga ada waktu tambahan sekitar 1-2 menit.



Setelah selesai semua, saya pun menerangkan maksud dari game ini. Intinya bahwa saya ingin menyampaikan pesan kepada teman-teman bahwa sebenarnya kita masing-masing ternyata bisa kok menulis dengan cepat apa yang kita rasakan, pikirkan dan yang ingin kita tuliskan. Itu sebenarnya poin pentingnya, menulis secara refleks, urusan bagus dan enggaknya baru urutan kedua.



Dari game ini, saya pun mengajak bahwa teman-teman sebenarnya mempunyai potensi atau dasar yang lebih dari cukup sebagai seorang jurnalis. Saya lantas melakukan uji sederhana dengan mengajak teman-teman mengangkat kedua tangan dan menyatukan jari-jari keduanya. Saya minta diulang-ulang, dilepas kemudian digabung lagi dan cari yang paling nyaman.

Hasilnya....ternyata semua teman-teman di redaksi memiliki kesamaan bahwa dari jari-jari kedua tangan yang digabungkan, ibu jari sebelah kiri semuanya ada di atas ibu jari sebelah kanan. Dari uji sederhana ini terlihat bahwa teman-teman memiliki kemampuan dominan otak kanan, yang ciri-cirinya diantaranya adalah suka dengan imajinasi dan kreativitas.



Dari sini pula saya ingin melihat fakta-fakta tentang otak manusia dan konsep brain power. Otak manusia memiliki fakta-fakta dalam empat kategori.



Kategori pertama, secara fisik, otak yang bentuknya kecil seperti jeruk purut dan beratnya tidak sampai 2 kg, memiliki volume sekitar 1.600 cm3 ternyata memiliki kelebihan luar biasa. Di dalamnya terdapat syarat-syaraf yang rumit tapi dia sanggup mengangkses miliaran kilobyte per second. Kalau dibanding dengan komputer canggih di dunia ini pun sebenarnya tidak ada apa-apanya. Bayangkan, otak memiliki 10 juta sampai 100 miliar neuron di dalamnya, dan 1 neuron itu setara dengan 1 PC paling canggih. Nah, kebayang khan..



Kategori kedua, otak memiliki struktur kanan dn kiri yang masing-masing memiliki ciri-ciri menonjol. Otak kiri lebih senang dengan hal-hal yang rasional dan berkutat dengan angka-angka dan logika. Sementara otak kanan, lebih dominan dengan warna-warna, imajinasi maupun kreativitas. Tinggal pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa menyeimbangkan kedua potensi otak kiri dan kanan tersebut.



Kategori ketiga, meliputi otak yang terdiri dari pikiran sadar dan bawah sadar. Yang menarik diantara keduanya ada satu filter yang biasa disebut sebagai Sistem Aktivasi Retikular. SAR inilah yang menyaring informasi-informasi mana yang boleh masuk ke alam bawah sadar sesorang. Alam bawah sadar ini tidak bisa membedakan mana benar mana salah, dia tidak mengenal kata-kata abstrak dan akan menganggap sebuah kebenaran dari informasi yang sering masuk meskipun kita tahu itu adalah hal yang salah.



Pelajarannya adalah kita harus berhati-hati dengan apa yang kita baca, dengar, dan kita yakini. Miliaran informasi-informasi yang berkeliaran di luaran menuntut kita memilih dan memilah dan disaring melalui SAR, kitalah yang menentukan mana informasi yang boleh masuk dan yang tidak. Sekali lagi hati-hati dengan asupan informasi yang kita serap.



Kategori keempat yang belum tersampaikan adalah pikiran kita ini memeiliki gelombang-gelombang. Saya coba sadur dari situs Adi W. Gunawan, tentang gelombang pikiran ini. Berikut penjelasannya.



Beta dihasilkan oleh aktifitas berpikir. Kisaran frekuensinya antara 12 – 15 Hz. Ada lagi yang disebut dengan High Beta yang lebih tinggi frekuensinya. Beta yang sangat tinggi berhubungan dengan kecemasan atau perasaan panik. Orang yang menjalani hidup dominan dengan gelombang beta, khususnya beta yang tinggi, akan dipenuhi dengan perasaan cemas, takut, dan tidak mampu memfokuskan pikirannya.



Alfa adalah gelombang otak saat kita rileks, melamun, atau berfantasi. Frekuensi alfa berkisar antara 8 – 12 Hz dan berfungsi sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar/nirsadar. Alfa sangat penting karena membuat kita mampu menyadari apa yang sedang terjadi dengan diri kita saat dalam kondisi meditasi yang sangat dalam ataupun saat kita bermimpi.



Theta adalah gelombang otak yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar. Theta muncul saat kita bermimpi dan pada fase REM (rapid eye movement). Pikiran bawah sadar mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai tempat menyimpan memori, emosi, persepsi, kepribadian, intuisi, dan masih banyak lagi. Muatan pikiran bawah sadar ini hanya bisa diakses bila kita mempunyai kombinasi dan porsi yang tepat dari frekuensi lainnya. Jadi, jika hanya theta saja yang aktif dan tidak ada alfa atau beta maka informasi dari pikiran bawah sadar tidak bisa diakses dan dimengerti.



Theta juga merupakan frekuensi yang menentukan level kedalaman meditasi atau khusyuk seseorang. Melalui gelombang theta kita menciptakan dan mengalami hubungan spiritual yang paling kuat, paling dalam, dan berkesan.



Delta adalah gelombang yang paling lambat dan rendah frekuensinya dan merupakan pikiran nirsadar (unconscious). Pada orang tertentu gelombang delta mereka sangat aktif walaupun mereka dalam kondisi bangun/sadar dan bertindak sebagai radar yang selalu melakukan scanning. Kemampuan ini yang mendasari intuisi, empati, dan insting kita. Melalui delta kita bisa mengetahui kesejatian diri.



Delta banyak dijumpai pada orang yang bekerja di bidang yang berhubungan dengan terapi, misalnya psikiater, psikolog, dokter, atau siapa saja yang biasa memberikan bantuan pada orang lain dalam hal yang berhubungan dengan masalah mental, psikologi, atau emosi. Satu hal yang sangat menarik dari delta yaitu gelombang ini merupakan gerbang untuk mengakses collective unconscious (nirsadar kolektif).



Dengan mengenali di mana gelombang pikiran kita saat ini, jelas akan menolong saat kita akan menulis. Saat Tetha tentu tidak kondusif kalo dipaksakan untuk menulis. Tapi ada solusinya, misalnya kita bisa ambil wudhu, sholat sunnah atau sekadar refreshing dengan melihat ikan-ikan hias. Banyak trik yang bisa diambil.



Hal lain yang ingin saya share ke teman-teman adalah berani bertangggung jawab dengan kemampuan menulis kita. Kita harus berani ‘naik kelas’ dengan memanfaatkan resourches yang ada, baik formal maupun informal. Saya sendiri berharap apa yang saya share ini bermanfaat kepada teman-teman. Saya juga sadar saya tidak akan bisa menjawab dengan tuntas masalah yang dihadapi oleh teman-teman.



Paling tidak sharing session ini menolong untuh sebuah komunikasi yang cair. Bukankah dengan komunikasi yang nyambung dan nyaman, banyak hal yang bisa didownload saat gelombang pikiran kita juga mendukung. Saya sekali lagi berharap, semoga cerita pengalaman saya bisa bermanfaat dan mohon maaf atas segala kekuranggannya.



[Rudi Kuswanto]

Read more...

Berbincang dengan Orang Nomor Satu di Merauke

Saya dan teman saya, Anung, berkesempatan bertemu dengan Bupati Merauke Johanes Gluba Gebze di padepokannya yang sederhana, di daerah Wasur Dua. Tempat ini dikelilingi sawah yang terbentang luas dan tambak ikan air tawar yang sengaja dibuat sebagai proyek percontohan bagi masyarakat Merauke.



Pak John, begitu sapaan akrab Johanes Gluba Gebze, menemui kami dengan pakaian sederhana – kaos berkerah warna kuning gading dan celana panjang cokelat. Sambil duduk santai kami mengobrol di teras padepokannya. "Tanah Merauke sangat ajaib. Tanah di sini bisa ditanami apa saja. Bahkan sayuran kol bisa tumbuh dengan kualitas yang baik, tidak beda jauh kualitasnya dengan di pegunungan," ungkapnya, bangga.



Kabupaten yang memiliki luas sekitar 2 juta hektar ini, diungkapkannya, baru 25 ribu hektar yang dimanfaatkan untuk lahan pertanian. Lantaran itu, tak salah bila John memandang Merauke menyimpan segudang potensi di bidang agribisnis. Dilihat dari topografinya, kabupaten Merauke merupakan dataran rendah yang subur dan memiliki potensi untuk pengembangan pertanian. Beragam komoditas pertanian, juga peternakan dan perikanan, dapat dikembangkan di bumi Animha ini.



Melalui semboyan "Izakod Bekai Izakod Kai" yang berarti satu hati dan satu tujuan, Panglima Merauke ini berupaya membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju masyarakat mandiri. Lulusan Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Jayapura ini mengakui, menangani masyarakat Merauke yang jumlahnya sekitar 175 ribu orang merupakan tantangan berat. "Lebih gampang mengurus jutaan manusia yang produktif daripada 175 ribu orang tetapi tidak produktif," ungkapnya memberi alasan.



Kendati demikian, tantangan itu bisa dihadapinya melalui satu prinsip, jangan kalah sebelum bertarung dan jangan mundur sebelum melangkah. "Sebagai manusia memang saya sempat lelah. Tetapi akhirnya saya berpikir, kalau saya sudah lemah, apalagi mereka (masyarakat)? Untuk itu, saya harus bangkit dan terus memotivasi diri," ujar Ketua Umum Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) ini.



Di kesempatan bincang-bincang dengan kami, kelahiran Merauke 26 Februari 1953 ini menyampaikan cita-citanya yang ingin mewujudkan Merauke menjadi kabupaten agropolitan, agrowisata, dan agroindustri. John yakin keinginannya bisa terwujud. Ia memberi contoh Bung Karno, yang menurutnya memiliki komitmen kuat dan mampu membangkitkan semangat bangsa Indonesia yang saat itu hampir putus harapan. Di matanya, kunci sukses Soekarno kala itu karena menganut konsep berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) yang dia tanamkan kepada bangsa Indonesia.



Penggemar buku-buku kepemimpinan ini mengungkapkan, semangat untuk membangun Merauke harus mengalir deras ke masyarakat. Kalau itu sudah terjadi, ia yakin, harapan untuk mencapai kemajuan Merauke bisa terwujud. "Doa saya selama ini kepada Tuhan: saya tidak minta kulit saya berubah putih, karena itu tidak ada guna. Saya juga tidak minta rambut saya yang keriting ini diluruskan. Saya selalu memohon kepada Tuhan, sebelum saya mati, berikan kesempatan kepada saya untuk berbuat karya nyata. Sebab, saya tidak mau mati dalam kesia-siaan. Saya ingin mati dalam sebuah keharuman dan karya nyata," tuturnya filosofis.



John mengakui, ia bukan termasuk pemimpin yang menyukai pekerjaan adminstratif. Akan tetapi, ia berani mengatakan, selama 24 jam dirinya siap dipanggil untuk melayani rakyat. "Bupati yang baik itu tidak perlu selalu berada di kantor, karena kantor hanya untuk menandatangani surat-surat. Pekerjaan paling besar ada di lapangan," katanya menegaskan. Di sela-sela kesibukannya sebagai Bupati, John selalu menyempatkan diri melakukan meditasi di padepokannya, salah satunya dengan membaca buku. Katanya, membaca adalah makanan untuk mengisi jiwanya. Di luar itu, John sering memancing ikan dan menanam pohon di lokasi persawahan Wasur Dua.



John menjawab pertanyaan kami sambil menyelipkan kata-kata bijak yang – bisa jadi – menggambarkan perjalanan hidupnya. Tak salah bila kami merasa bahwa wawancara ini seperti sebuah kuliah filsafat. Ia juga menceritakan berbagai program yang sudah dijalani selama dua periode kepemimpinannya. April 2010 nanti adalah akhir masa kepemimpinannya sebagai Bupati Merauke. Namun demikian, John optimistis, program-programnya akan dilanjutkan oleh penggantinya.



(Firdanianty dan Anung Prabowo)

Read more...

6.09.2009

Majalah HC Edisi Juni 2009

Majalah Human Capital

Edisi Juni 2009



POTRET PENGELOLAAN SDM DI UKM


Berisi tulisan tentang:



Bagaimana UKM merekrut, mengembangkan, dan mempertahankan karyawan?



Rubrik lainnya:


Strategi HR: Mengelola Konflik demi Harmonisasi Karyawan


Berita: Asia HRD Congress 2009, Peluang dalam Menciptakan Training Legacy


Teknologi: Bijak Menyikapi Facebook di Kantor


Pijakan: Perayaan Mayda 2009: Buruh Menuntut Tak Ada PHK


Kompensasi: Mengelus para Engineer di Industri Migas


Dan masih banyak lagi.



Edar : Mulai Hari Selasa 9, Juni 2009.



Dapatkan Edisi cetaknya di Agen-agen terdekat, Toko Buku Gramedia dan Jaringan Carrefour se-Indonesia.



Read more...

Politik sekilas

Ekonomi sekilas

Indonesia sekilas

  © Blogger templates Newspaper III by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP